Contoh SKP PPPK Paruh Waktu Guru banyak dicari setelah pegawai mulai menjalankan tugas di sekolah. SKP atau Sasaran Kinerja Pegawai menjadi bagian dari pengelolaan kinerja ASN yang memuat target dan hasil kerja yang diharapkan selama periode tertentu.
Hal yang perlu diluruskan sejak awal, SKP bukan dokumen untuk menambah nilai seleksi PPPK. PPPK Paruh Waktu baru menyusun SKP setelah diangkat dan mulai melaksanakan tugas. KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025 mengatur bahwa sasaran kinerja disusun berdasarkan target dalam perjanjian kerja, sedangkan evaluasinya dilakukan secara triwulan dan tahunan.
Bagi guru, isi SKP juga tidak sebaiknya sekadar berupa daftar aktivitas. Sasaran yang dibuat perlu menggambarkan hasil kerja yang relevan dengan pembelajaran, tugas sebagai guru, perilaku kerja, dan target organisasi sekolah.
SKP PPPK Paruh Waktu Guru Digunakan untuk Apa?

Mediasulsel.com/penyerahan skp pppk paruh waktu
SKP digunakan untuk merencanakan kinerja pegawai selama menjalankan tugas.KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025 menetapkan bahwa PPPK Paruh Waktu melakukan perencanaan kinerja dengan menyusun Sasaran Kinerja Pegawai sesuai target dalam perjanjian kerjanya.
Dengan demikian, fungsi utamanya bukan untuk menunjukkan bahwa seseorang layak lolos seleksi.
SKP digunakan setelah pegawai bekerja untuk membantu menentukan:
- hasil kerja yang harus dicapai;
- ekspektasi pimpinan;
- indikator keberhasilan pekerjaan;
- pelaksanaan dan pemantauan kinerja;
- serta hasil evaluasi selama masa perjanjian kerja.
Untuk guru, sasaran tersebut perlu disesuaikan dengan tugas yang benar-benar diberikan di sekolah.
Artinya, contoh SKP guru kelas belum tentu dapat langsung digunakan oleh guru mata pelajaran, guru BK, atau guru dengan tugas tertentu.
SKP PPPK Paruh Waktu Guru Mulai Dibuat Kapan?
Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2026 tentang Layanan e-Kinerja BKN memberikan ketentuan yang lebih jelas mengenai waktu dimulainya penyusunan SKP.
Aturan tersebut menyebut bahwa penyusunan SKP bagi CPNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu dimulai sejak tanggal Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas atau SPMT.
Jadi alurnya dapat dipahami sebagai:
diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu → menerima penugasan → mulai melaksanakan tugas → menyusun SKP → menjalankan target → kinerja dievaluasi.
Karena itu, istilah SKP sebaiknya tidak dicampurkan dengan tahapan CAT, seleksi administrasi, maupun penentuan kelulusan PPPK.
Dasar Penyusunan SKP PPPK Paruh Waktu Guru
Dasar paling penting adalah perjanjian kerja.
PPPK Paruh Waktu tidak seharusnya membuat target kerja yang sama persis dengan milik orang lain tanpa melihat tugas masing-masing.
KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025 secara tegas menyebut SKP disusun sesuai target dalam perjanjian kerja. Pejabat Pembina Kepegawaian juga menetapkan jangka waktu bekerja dan jam kerja dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta karakteristik pekerjaan.
Karena itu, sebelum membuat SKP, guru perlu melihat beberapa hal seperti:
- jabatan yang tercantum dalam keputusan pengangkatan;
- unit kerja atau sekolah penempatan;
- tugas yang diberikan;
- target dalam perjanjian kerja;
- ekspektasi kepala sekolah atau pejabat penilai;
- dan sasaran organisasi sekolah.
Prinsipnya, target harus sesuai pekerjaan nyata dan dapat dievaluasi.
Contoh SKP PPPK Paruh Waktu Guru

Berikut contoh sederhana yang dapat digunakan sebagai gambaran.
Contoh ini bukan template resmi yang harus disalin persis. Isi akhir tetap perlu mengikuti sistem e-Kinerja, Pengelolaan Kinerja Guru, perjanjian kerja, serta arahan pejabat penilai di instansi masing-masing.
| Rencana Hasil Kerja | Indikator Hasil | Target Contoh | Bukti/Output |
| Melaksanakan pembelajaran sesuai penugasan | Kegiatan pembelajaran terlaksana sesuai jadwal dan kurikulum satuan pendidikan. | Seluruh jadwal mengajar yang menjadi tanggung jawab terlaksana. | Jadwal, jurnal pembelajaran, dan dokumen kelas. |
| Menyusun perangkat pembelajaran | Perangkat pembelajaran tersedia sesuai kebutuhan kelas. | Perangkat pembelajaran tersusun pada periode yang ditetapkan. | Modul atau perangkat ajar. |
| Melaksanakan asesmen pembelajaran | Hasil belajar murid dinilai dan ditindaklanjuti. | Asesmen dilaksanakan sesuai program pembelajaran. | Dokumen asesmen dan hasil evaluasi. |
| Memberikan tindak lanjut hasil belajar | Murid memperoleh pengayaan atau perbaikan sesuai kebutuhan. | Tindak lanjut dilaksanakan berdasarkan hasil asesmen. | Catatan tindak lanjut atau remedial. |
| Menyelesaikan administrasi pembelajaran | Administrasi yang menjadi tanggung jawab guru selesai tepat waktu. | Dokumen selesai sesuai jadwal sekolah. | Dokumen administrasi. |
| Meningkatkan kompetensi | Guru mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang relevan. | Sesuai kebutuhan dan rencana pengembangan kompetensi. | Sertifikat atau bukti kegiatan. |
| Mendukung program sekolah | Kontribusi terhadap target satuan pendidikan terlaksana. | Sesuai tugas yang diberikan kepala sekolah. | Laporan atau dokumentasi. |
Catatan: tabel di atas merupakan contoh untuk membantu memahami penyusunan SKP PPPK Paruh Waktu Guru, bukan format resmi yang wajib disalin. Target tetap perlu disesuaikan dengan perjanjian kerja, penugasan, ekspektasi pejabat penilai, dan sistem pengelolaan kinerja yang digunakan instansi.
Target dalam tabel tersebut perlu disesuaikan kembali dengan beban kerja guru.
Jangan menuliskan target seperti “mengajar 12 jam per minggu” apabila angka tersebut tidak tercantum dalam penugasan atau perjanjian kerja pegawai.
Contoh SKP untuk Guru Mata Pelajaran
Untuk guru mata pelajaran, hasil kerja dapat lebih spesifik terhadap proses pembelajaran.
Contohnya:
Rencana Hasil Kerja
Terlaksananya proses pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai kurikulum dan jadwal pembelajaran sekolah.
Indikator
Pembelajaran terlaksana pada kelas yang menjadi tanggung jawab guru sesuai jadwal dan perangkat pembelajaran.
Target
Seluruh kegiatan pembelajaran yang menjadi tanggung jawab pada periode penilaian terlaksana sesuai penugasan.
Bukti Pendukung
Jadwal mengajar, jurnal pembelajaran, perangkat ajar, asesmen, dan dokumen lain yang digunakan sesuai ketentuan sekolah.
Contoh tersebut lebih aman dibanding menetapkan keberhasilan hanya berdasarkan “seluruh siswa harus mendapat nilai minimal 80”.
Hasil belajar murid dipengaruhi banyak faktor, sehingga indikator kinerja guru sebaiknya tetap dikaitkan dengan hasil pekerjaan yang memang menjadi tanggung jawab pegawai.
Contoh SKP untuk Guru Kelas
Guru kelas dapat mempunyai target yang lebih luas karena bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran dan pengelolaan kelas.
Contoh rencana hasil kerja:
Terlaksananya pembelajaran dan asesmen kelas sesuai kurikulum satuan pendidikan.
Indikatornya dapat berupa keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, kelengkapan asesmen, serta tindak lanjut terhadap hasil belajar.
Contoh lainnya:
Terselesaikannya administrasi pembelajaran dan laporan hasil belajar peserta didik sesuai jadwal sekolah.
Target kemudian disesuaikan dengan periode dan tugas yang diberikan kepala sekolah.
Dengan pola tersebut, isi SKP berorientasi pada hasil, bukan sekadar mencantumkan daftar kegiatan harian.
Komponen Kinerja Guru yang Perlu Dipahami
Pada pengelolaan kinerja guru yang berlaku saat ini, Kemendikdasmen menjelaskan adanya empat variabel utama dalam Pengelolaan Kinerja Guru atau PKG, yaitu:
- Pelaksanaan Tugas Pokok;
- Praktik Kinerja;
- Perilaku Kerja;
- Pengembangan Kompetensi.
Keempatnya menjadi komponen pembentuk SKP Guru yang kemudian terintegrasi dengan e-Kinerja BKN.
Ini menunjukkan bahwa penilaian guru tidak hanya melihat berapa banyak dokumen yang dibuat.
Kualitas pelaksanaan tugas, praktik pembelajaran, perilaku kerja sebagai ASN, dan upaya meningkatkan kompetensi juga menjadi bagian penting.
Pelaksanaan Tugas Pokok Guru
Pelaksanaan tugas pokok merupakan bagian utama dari kinerja seorang guru.
Dalam Pengelolaan Kinerja Guru, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa tugas pokok dikaitkan dengan pekerjaan utama guru serta dokumen akuntabilitas yang telah digunakan dalam pekerjaan, bukan sekadar meminta guru membuat administrasi tambahan.
Bagi PPPK Paruh Waktu Guru, target tugas pokok tetap perlu disesuaikan dengan penugasan yang diterima.
Misalnya, seorang guru tidak perlu memasukkan tugas tambahan tertentu ke dalam target apabila tugas tersebut memang tidak diberikan kepadanya.
Praktik Kinerja Guru
Praktik kinerja berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang menjadi fokus pengembangan kinerja guru.
Dalam pengelolaan kinerja, guru dan pejabat penilai melakukan proses mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan serta penilaian.
Pada tahap pelaksanaan, guru juga dapat menjalani observasi praktik kinerja berdasarkan indikator yang dipilih pada tahap perencanaan.
Karena itu, contoh SKP PPPK Paruh Waktu Guru sebaiknya tidak hanya berisi target administratif seperti menyelesaikan laporan atau mengunggah dokumen.
Kinerja pembelajaran tetap menjadi bagian penting dari pekerjaan guru.
Perilaku Kerja Juga Dinilai
Sebagai Pegawai ASN, PPPK Paruh Waktu tidak hanya dinilai dari hasil pekerjaan.
Perilaku kerja juga menjadi bagian dalam pengelolaan kinerja.
Nilai dasar ASN BerAKHLAK menjadi kerangka penting dalam perilaku kerja pegawai, yaitu:
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Dalam konteks guru, penerapannya dapat terlihat dari cara melayani kebutuhan peserta didik, bekerja sama dengan sesama guru, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, mematuhi ketentuan sekolah, serta beradaptasi dengan perkembangan pembelajaran.
Jadi, SKP tidak sebaiknya dipahami hanya sebagai tabel target pekerjaan.
Pengembangan Kompetensi Guru
Guru juga perlu terus mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan dan satuan pendidikan.
Contohnya dapat berupa kegiatan peningkatan kemampuan pembelajaran, pengembangan keterampilan digital, komunitas belajar, atau program pengembangan kompetensi lain yang relevan.
Namun, targetnya tetap perlu realistis.
Jangan mencantumkan terlalu banyak pelatihan hanya agar SKP terlihat penuh.
Pengembangan kompetensi sebaiknya berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan dan berdampak terhadap kualitas pembelajaran.
Mini FAQ
Apa yang membedakan SKP PPPK guru paruh waktu dengan guru tetap?
SKP guru paruh waktu disesuaikan dengan jam kerja yang terbatas, sehingga target kinerja dan indikatornya juga disesuaikan agar realistis dan proporsional.
Bagaimana cara menulis indikator keberhasilan yang tepat dalam SKP?
Indikator harus konkret dan bisa diukur, misalnya pencapaian nilai rata-rata siswa atau jumlah modul ajar yang selesai disusun.
Apakah SKP harus disusun sendiri atau bisa menggunakan contoh dari sekolah?
SKP sebaiknya disusun pribadi agar sesuai kondisi kerja, tetapi bisa dijadikan acuan contoh SKP resmi dari sekolah selama relevan.
Bisakah SKP mendukung nilai manajerial dalam seleksi PPPK?
Ya, SKP yang mencakup tugas administratif, pelatihan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah menunjukkan kemampuan manajerial yang dihargai dalam seleksi.
Bagaimana jika belum pernah membuat SKP sebelumnya?
Anda bisa belajar dari contoh SKP standard dan meminta bimbingan dari pembimbing seleksi PPPK atau platform resmi untuk menyesuaikan SKP dengan posisi Anda.
Ringkasan
Contoh SKP PPPK paruh waktu guru merupakan salah satu dokumen penting dalam proses seleksi PPPK yang harus disusun dengan jelas, terukur, dan realistis. Memahami elemen esensial dalam SKP, seperti target kinerja, indikator keberhasilan, dan bobot tugas, akan membantu peserta dalam mempresentasikan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural secara optimal.
Ketelitian dalam menyusun SKP yang menunjang seluruh aspek kompetensi terkait, disertai strategi persiapan tes yang matang, akan meningkatkan peluang Anda untuk lolos seleksi PPPK. Semangat mempersiapkan diri dan terus optimalkan latihan melalui sumber belajar terpercaya.



