Setiap orang yang berencana mengikuti seleksi PPPK tentu penasaran mengenai berbagai aspek pekerjaan ini, salah satunya adalah penghasilan. Pertanyaan “Apakah gaji PPPK lebih besar dari PNS?” sering muncul karena PPPK menjadi salah satu pilihan karier yang menarik di lingkungan pemerintahan.
Di sisi lain, calon peserta seleksi PPPK juga perlu mengetahui tahapan seleksi dan materi yang diujikan agar dapat mempersiapkan diri secara lebih optimal. Meskipun PNS dan PPPK sama-sama berstatus sebagai Pegawai ASN, keduanya mempunyai sistem pengangkatan, masa kerja, golongan gaji, dan jaminan masa tua yang tidak sepenuhnya sama.
Penting untuk dipahami bahwa perbandingan penghasilan tidak cukup dilihat dari gaji pokok saja. Tunjangan, jabatan, masa kerja, instansi, lokasi penempatan, dan status keluarga juga dapat memengaruhi jumlah penghasilan yang diterima.
Artikel ini akan membahas gaji PPPK dibandingkan PNS, tahapan seleksi PPPK, materi tes, hingga tips persiapan agar kamu dapat melewati setiap tahap dengan lebih percaya diri.
Daftar Isi
- 1. Menelaah Perbandingan Gaji PPPK dan PNS
- 2. Memahami Tahapan Seleksi PPPK Secara Sistematis
- 2.1 Tahap Registrasi dan Seleksi Administrasi
- 2.2 Seleksi Kompetensi Berbasis CAT
- 2.3 Seleksi Tambahan dan Pengumuman Hasil
- 3. Mengenal Materi Tes PPPK Lengkap
- 3.1 Kompetensi Teknis Sesuai Jabatan
- 3.2 Kompetensi Manajerial
- 3.3 Kompetensi Sosial Kultural
- 3.4 Wawancara Berbasis Komputer
- 4. Strategi Belajar dan Mengelola Waktu Persiapan Seleksi PPPK
- 4.1 Memulai dengan Perencanaan Jadwal Belajar
- 4.2 Latihan Soal dan Evaluasi Berkala
- 4.3 Fokus pada Formasi yang Dilamar
- 5. Strategi Mengerjakan Soal dan Menghadapi Wawancara CAT
- 5.1 Pendekatan Efisien Saat Ujian
- 5.2 Teknik Menjawab Soal Situasional
- 5.3 Tips Mengerjakan Soal Wawancara CAT
- 6. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Peserta PPPK
- 7. Memahami Kelebihan PPPK dan Persiapan Mental
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Menelaah Perbandingan Gaji PPPK dan PNS
Memahami besaran penghasilan menjadi salah satu faktor penting ketika seseorang mempertimbangkan karier di sektor pemerintahan. PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan PNS atau Pegawai Negeri Sipil sama-sama termasuk Pegawai ASN. Namun, status hubungan kerja keduanya berbeda.
PNS diangkat sebagai pegawai tetap oleh pejabat pembina kepegawaian. Sementara itu, PPPK diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan instansi dan ketentuan yang berlaku.
Gaji pokok PPPK diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 yang telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024. Besaran gaji PPPK ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja golongan. PPPK menggunakan golongan I sampai XVII.
Berdasarkan tabel gaji yang berlaku, gaji pokok PPPK berada pada kisaran sekitar Rp1.938.500 sampai Rp7.329.000 per bulan. Nominal yang diterima setiap pegawai bergantung pada golongan dan masa kerja golongannya.
Sementara itu, gaji pokok PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024. PNS menggunakan golongan ruang I/a sampai IV/e dengan kisaran gaji pokok sekitar Rp1.685.700 sampai Rp6.373.200 per bulan, bergantung pada golongan ruang dan masa kerja golongan.
Jika hanya melihat angka terendah dan tertinggi dalam tabel gaji, rentang gaji pokok PPPK memang terlihat lebih tinggi daripada PNS. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap PPPK pasti memiliki penghasilan lebih besar daripada PNS.
Sistem golongan PPPK dan PNS berbeda sehingga perbandingannya tidak dapat dilakukan hanya dengan menyandingkan angka tertinggi. Total penghasilan juga dipengaruhi oleh jabatan, masa kerja, tunjangan kinerja, instansi tempat bekerja, lokasi penempatan, serta kebijakan pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
Perbandingan Penghasilan PPPK dan PNS
| Komponen | PNS | PPPK |
|---|---|---|
| Status kepegawaian | Pegawai ASN tetap | Pegawai ASN berdasarkan perjanjian kerja |
| Sistem golongan | Golongan ruang I/a sampai IV/e | Golongan I sampai XVII |
| Dasar gaji pokok | Golongan ruang dan masa kerja golongan | Golongan dan masa kerja golongan |
| Tunjangan keluarga | Dapat diberikan sesuai ketentuan | Dapat diberikan sesuai ketentuan |
| Tunjangan pangan | Dapat diberikan sesuai ketentuan | Dapat diberikan sesuai ketentuan |
| Tunjangan jabatan | Sesuai jabatan yang diduduki | Sesuai jabatan yang diduduki |
| Tunjangan kinerja | Bergantung pada instansi | Bergantung pada instansi dan kebijakan yang berlaku |
| THR dan gaji ke-13 | Diberikan sesuai ketentuan tahunan | Diberikan sesuai ketentuan tahunan |
| Jaminan pensiun | Skema pensiun PNS telah berjalan | Diatur sebagai bagian jaminan sosial ASN dengan pelaksanaan sesuai ketentuan lebih lanjut |
PPPK tidak tepat disebut sama sekali tidak memperoleh tunjangan keluarga. Perpres Nomor 98 Tahun 2020 menjelaskan bahwa PPPK yang diangkat untuk melaksanakan tugas jabatan dapat diberikan tunjangan sesuai dengan tunjangan PNS pada instansi pemerintah tempat PPPK bekerja.
Tunjangan tersebut dapat terdiri dari tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, atau tunjangan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
PNS dan PPPK juga termasuk aparatur negara yang dapat menerima tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas. Untuk tahun 2026, pemberiannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 dengan tetap memperhatikan sumber anggaran, kemampuan keuangan negara, dan kapasitas fiskal daerah.
Perbedaan yang cukup penting terlihat dalam status kerja dan sistem jaminan masa tua. PNS mempunyai skema pensiun bulanan yang telah berjalan. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 memasukkan jaminan pensiun dan jaminan hari tua sebagai bagian dari jaminan sosial Pegawai ASN, termasuk PPPK. Namun, penerapannya mengikuti peraturan pelaksana lebih lanjut.
Jadi, apakah gaji PPPK lebih besar dari PNS? Jawabannya bergantung pada golongan, masa kerja, jabatan, dan tunjangan masing-masing pegawai. Gaji pokok PPPK pada kondisi tertentu dapat lebih tinggi, tetapi total penghasilan tidak selalu lebih besar daripada PNS.
2. Memahami Tahapan Seleksi PPPK Secara Sistematis
Selain memahami aspek finansial, calon peserta juga perlu mengetahui tahapan seleksi PPPK supaya persiapannya lebih tepat sasaran. Secara umum, pengadaan PPPK meliputi tahap pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi, pengumuman hasil, pengisian daftar riwayat hidup, dan proses penetapan nomor induk.
Ketentuan pengadaan Pegawai ASN, termasuk PPPK, diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024. Meskipun demikian, jadwal, kriteria pelamar, dokumen, dan mekanisme seleksi dapat berbeda pada setiap periode pengadaan.
Karena itu, calon peserta harus selalu membaca pengumuman resmi melalui portal SSCASN dan laman instansi yang membuka kebutuhan PPPK.
2.1 Tahap Registrasi dan Seleksi Administrasi
Registrasi dilakukan secara daring melalui portal resmi SSCASN BKN. Pada tahap ini, calon peserta perlu membuat akun, memilih jenis pengadaan dan formasi, serta mengunggah dokumen sesuai persyaratan jabatan yang dilamar.
Dokumen yang dibutuhkan dapat meliputi kartu tanda penduduk, ijazah, transkrip nilai, surat lamaran, surat pernyataan, pasfoto, bukti pengalaman kerja, sertifikat kompetensi, dan dokumen lain yang ditentukan instansi.
Seleksi administrasi dilakukan untuk mencocokkan data dan dokumen pelamar dengan persyaratan formasi. Oleh karena itu, peserta perlu memastikan bahwa:
- data identitas ditulis dengan benar;
- ijazah sesuai dengan kualifikasi pendidikan;
- dokumen diunggah dalam format dan ukuran yang diminta;
- surat pernyataan menggunakan format resmi;
- bukti pengalaman kerja sesuai ketentuan jabatan;
- seluruh dokumen dapat dibaca dengan jelas.
Kesalahan sederhana seperti dokumen terpotong, format surat tidak sesuai, atau pengalaman kerja yang tidak dapat dibuktikan dapat menyebabkan peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat.
2.2 Seleksi Kompetensi Berbasis CAT
Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dapat mengikuti seleksi kompetensi menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT.
Pada seleksi PPPK 2024 yang hasil akhirnya diumumkan pada 2025, materi seleksi kompetensi mencakup kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan wawancara.
Kompetensi teknis disesuaikan dengan jabatan yang dilamar. Sementara itu, kompetensi manajerial, sosial kultural, dan wawancara lebih banyak menguji cara peserta menghadapi situasi kerja, memberikan pelayanan, bekerja sama, mengambil keputusan, serta menjaga integritas.
CAT membantu membuat proses penilaian lebih terukur dan transparan. Namun, peserta tetap membutuhkan latihan agar terbiasa dengan pola soal, batas waktu, dan cara memilih jawaban paling sesuai.
2.3 Seleksi Tambahan dan Pengumuman Hasil
Instansi tertentu dapat melaksanakan seleksi kompetensi teknis tambahan apabila diperlukan untuk mengukur kemampuan khusus pelamar. Bentuknya dapat berupa tes praktik kerja, uji keterampilan, sertifikasi, atau metode lain sesuai karakteristik jabatan.
Seleksi tambahan tidak selalu diterapkan pada semua formasi. Karena itu, peserta perlu membaca pengumuman instansi secara teliti.
Setelah seluruh proses seleksi selesai, hasil kelulusan diumumkan melalui portal SSCASN dan laman resmi masing-masing instansi. Peserta yang dinyatakan lulus biasanya harus melengkapi daftar riwayat hidup dan dokumen pemberkasan untuk proses penetapan nomor induk PPPK.
Baca juga: Persiapan Tes dengan Memahami Hak Jam Pelajaran PPPK
3. Mengenal Materi Tes PPPK Lengkap

Mengetahui jenis dan karakter soal yang diujikan penting agar proses belajar tidak dilakukan secara asal. Materi seleksi kompetensi PPPK mencakup kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan wawancara.
Setiap komponen mempunyai tujuan penilaian yang berbeda sehingga peserta perlu menyiapkan strategi belajar yang sesuai.
3.1 Kompetensi Teknis Sesuai Jabatan
Kompetensi teknis mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang secara khusus berkaitan dengan jabatan yang dilamar.
Peserta yang melamar formasi guru, misalnya, dapat menghadapi materi yang berkaitan dengan pedagogik dan bidang studi. Pelamar tenaga kesehatan akan menghadapi materi sesuai profesi dan pelayanan kesehatan. Sementara itu, pelamar tenaga teknis perlu menguasai bidang pekerjaan sesuai uraian jabatan.
Materi kompetensi teknis biasanya menjadi bagian yang membutuhkan persiapan paling khusus. Peserta perlu mempelajari:
- uraian tugas jabatan;
- dasar hukum yang berkaitan dengan pekerjaan;
- konsep dan prosedur teknis;
- standar pelayanan;
- studi kasus pekerjaan;
- etika profesi;
- perkembangan terbaru dalam bidang yang dilamar.
3.2 Kompetensi Manajerial
Kompetensi manajerial mengukur kemampuan peserta dalam menjalankan pekerjaan di lingkungan organisasi. Materinya dapat berkaitan dengan integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, pengambilan keputusan, dan pengelolaan perubahan.
Soal biasanya berbentuk situasi kerja. Peserta diminta memilih respons yang paling tepat dari beberapa pilihan jawaban.
Dalam mengerjakan soal manajerial, hindari memilih jawaban yang:
- mengabaikan tanggung jawab;
- menyalahkan rekan kerja;
- menghindari komunikasi;
- melanggar prosedur;
- mendahulukan kepentingan pribadi;
- berpotensi merugikan pelayanan publik.
Jawaban terbaik umumnya menunjukkan sikap profesional, bertanggung jawab, komunikatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
3.3 Kompetensi Sosial Kultural
Kompetensi sosial kultural menilai kemampuan peserta ketika berinteraksi dengan masyarakat yang mempunyai latar belakang berbeda.
Materinya dapat mencakup kepekaan terhadap keberagaman, kemampuan berhubungan sosial, empati, persatuan, serta cara menghadapi konflik di lingkungan kerja dan pelayanan publik.
Peserta dapat diberikan skenario mengenai perbedaan budaya, agama, kebiasaan, kondisi sosial, atau kebutuhan masyarakat. Jawaban yang dipilih sebaiknya menunjukkan sikap terbuka, adil, menghargai perbedaan, dan tetap berpedoman pada aturan.
3.4 Wawancara Berbasis Komputer
Wawancara dalam seleksi PPPK tidak selalu berupa percakapan langsung dengan pewawancara. Dalam pelaksanaan seleksi kompetensi berbasis CAT, bagian wawancara dapat disajikan dalam bentuk soal situasional melalui komputer.
Bagian ini digunakan untuk menilai aspek seperti integritas dan moralitas peserta. Materinya dapat berkaitan dengan kejujuran, komitmen, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan sikap ketika menghadapi konflik kepentingan.
Peserta perlu memilih jawaban yang paling menggambarkan perilaku profesional sebagai calon Pegawai ASN.
Baca juga: Berapa Potongan Gaji PPPK untuk BPJS Kesehatan? Ini Aturan dan Cara Hitungnya
4. Strategi Belajar dan Mengelola Waktu Persiapan Seleksi PPPK
Menyiapkan diri menghadapi seleksi tidak hanya dilakukan dengan belajar keras, tetapi juga dengan belajar secara terstruktur dan tepat sasaran. Strategi berikut dapat membantu peserta menjalani proses belajar dengan lebih terarah.
4.1 Memulai dengan Perencanaan Jadwal Belajar
Langkah awal adalah menyusun jadwal belajar yang realistis dan konsisten. Bagi waktu belajar berdasarkan komponen seleksi yang akan dihadapi.
Kompetensi teknis sebaiknya memperoleh porsi lebih besar karena materinya berhubungan langsung dengan jabatan. Namun, kompetensi manajerial, sosial kultural, dan wawancara tetap perlu dilatih secara rutin.
Contoh pembagian waktu belajar:
- 50 persen untuk kompetensi teknis;
- 20 persen untuk kompetensi manajerial;
- 15 persen untuk kompetensi sosial kultural;
- 15 persen untuk wawancara dan simulasi CAT.
Pembagian tersebut tidak bersifat mutlak. Peserta dapat menyesuaikannya berdasarkan hasil evaluasi latihan.
4.2 Latihan Soal dan Evaluasi Berkala
Sering mengerjakan latihan soal CAT dapat membantu peserta mengenali pola soal sekaligus meningkatkan kemampuan mengatur waktu.
Jangan hanya melihat jumlah jawaban benar. Periksa kembali alasan di balik setiap kesalahan. Catat materi yang belum dikuasai dan pelajari kembali konsep dasarnya.
Evaluasi dapat dilakukan setiap minggu dengan melihat:
- skor setiap jenis kompetensi;
- waktu rata-rata menjawab soal;
- materi yang sering salah;
- soal yang terlalu lama dikerjakan;
- perkembangan hasil simulasi.
Dengan evaluasi berkala, peserta dapat mengetahui bagian mana yang harus diprioritaskan.
4.3 Fokus pada Formasi yang Dilamar
Pelajari kompetensi teknis sesuai jabatan secara mendalam. Jangan sampai persiapan hanya berfokus pada kompetensi umum, sedangkan materi teknis justru diabaikan.
Baca kembali pengumuman formasi, uraian jabatan, persyaratan pendidikan, dan ketentuan pengalaman kerja. Informasi tersebut dapat membantu peserta memperkirakan materi yang perlu dipelajari.
Kalau kamu ingin memaksimalkan persiapan, platform latihan soal CAT seperti JadiPPPK dapat digunakan untuk melatih pemahaman materi dan membiasakan diri menghadapi simulasi berbatas waktu.
Baca juga: Berapa Gaji PPPK Kemensos? Ini Kisaran Gaji, Tunjangan, dan Strategi Lolos Seleksinya
5. Strategi Mengerjakan Soal dan Menghadapi Wawancara CAT
Strategi mengerjakan soal dapat memengaruhi hasil seleksi. Menguasai materi saja belum cukup apabila peserta kesulitan mengatur waktu atau kurang teliti membaca pilihan jawaban.
5.1 Pendekatan Efisien Saat Ujian
Baca setiap soal dengan teliti, terutama kata kunci seperti “paling tepat”, “sebaiknya”, “pertama kali”, atau “kecuali”.
Jangan terlalu lama berhenti pada satu soal. Apabila sistem memungkinkan untuk kembali ke soal sebelumnya, tandai soal yang sulit dan lanjutkan ke bagian berikutnya.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
- datang sesuai jadwal dan membawa dokumen ujian;
- mengikuti arahan petugas;
- membaca soal sampai selesai;
- menghindari jawaban terburu-buru;
- mengatur waktu berdasarkan jumlah soal;
- memeriksa kembali jawaban jika masih ada waktu.
5.2 Teknik Menjawab Soal Situasional
Untuk soal berbentuk kasus, pahami posisi dan tanggung jawab tokoh dalam situasi tersebut. Kemudian, tentukan pilihan yang paling sesuai dengan etika kerja ASN dan kepentingan pelayanan publik.
Jawaban dengan nilai baik umumnya menunjukkan beberapa karakter berikut:
- menyelesaikan masalah sesuai prosedur;
- berkomunikasi secara profesional;
- menjaga kepentingan masyarakat;
- menghargai rekan kerja;
- berani mengambil tanggung jawab;
- tidak menyembunyikan pelanggaran;
- mencari solusi tanpa memperbesar konflik.
Hindari jawaban yang terlalu pasif, emosional, diskriminatif, atau melanggar aturan.
5.3 Tips Mengerjakan Soal Wawancara CAT
Soal wawancara CAT umumnya digunakan untuk menilai integritas dan moralitas peserta. Karena berbentuk pilihan jawaban, peserta tidak perlu mempersiapkan bahasa tubuh seperti wawancara tatap muka.
Fokuslah pada nilai yang tercermin dalam pilihan jawaban. Pilih respons yang menunjukkan:
- kejujuran;
- tanggung jawab;
- kepatuhan terhadap aturan;
- konsistensi;
- keberanian melaporkan pelanggaran;
- penolakan terhadap konflik kepentingan;
- komitmen memberikan pelayanan terbaik.
Jangan memilih jawaban hanya karena terdengar sopan. Pertimbangkan juga apakah tindakan tersebut benar-benar menyelesaikan masalah dan sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan.
6. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Peserta PPPK

Memahami kesalahan yang sering dilakukan peserta lain dapat membuatmu lebih waspada selama proses pendaftaran dan seleksi.
Minim Latihan Soal
Banyak peserta mengalami kesulitan bukan karena tidak memahami materi, tetapi karena belum terbiasa dengan pola soal CAT dan tekanan waktu.
Persiapan Tidak Terarah
Belajar tanpa jadwal dan target membuat penguasaan materi tidak maksimal. Peserta sering berpindah-pindah materi tanpa menyelesaikan bagian yang paling penting.
Mengabaikan Kompetensi Teknis
Kompetensi teknis berhubungan langsung dengan jabatan yang dilamar. Mengandalkan latihan soal umum saja dapat membuat persiapan menjadi kurang optimal.
Salah Memahami Soal Situasional
Pilihan jawaban dalam soal manajerial, sosial kultural, dan wawancara sering terlihat sama-sama baik. Peserta harus memilih jawaban yang paling sesuai dengan prosedur, etika ASN, dan kepentingan pelayanan publik.
Manajemen Waktu Kurang Baik
Terlalu lama mengerjakan satu soal dapat membuat soal lain tidak sempat dijawab. Latihan dengan batas waktu diperlukan agar peserta mengetahui ritme pengerjaan yang sesuai.
Tidak Membaca Pengumuman Instansi
Persyaratan setiap formasi dapat berbeda. Pelamar yang hanya mengandalkan informasi dari media sosial berisiko melewatkan dokumen, jadwal, atau ketentuan pengalaman kerja.
7. Memahami Kelebihan PPPK dan Persiapan Mental
Memahami perbedaan antara PPPK dan PNS penting agar calon peserta tidak mempunyai harapan yang keliru mengenai status kerja, penghasilan, dan masa depan karier.
PPPK memberikan kesempatan untuk bekerja sebagai Pegawai ASN dengan memperoleh gaji dan tunjangan sesuai ketentuan. PPPK juga dapat menduduki jabatan tertentu berdasarkan kebutuhan instansi dan kompetensi yang dimiliki.
Namun, PPPK bekerja berdasarkan perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu. Perpanjangan perjanjian kerja mempertimbangkan kebutuhan instansi, pencapaian kinerja, dan ketentuan yang berlaku. Sistem pengembangan karier PPPK juga tidak sepenuhnya sama dengan pola pangkat dan promosi PNS.
Karena itu, calon peserta perlu mempertimbangkan beberapa hal:
- kesesuaian jabatan dengan latar belakang pendidikan;
- jangka waktu perjanjian kerja;
- lokasi penempatan;
- komponen penghasilan;
- kesempatan pengembangan kompetensi;
- rencana finansial jangka panjang.
Selain persiapan materi, persiapan mental juga memengaruhi performa saat ujian. Jaga pola tidur, konsumsi makanan bergizi, kurangi belajar berlebihan menjelang tes, dan pastikan semua dokumen sudah disiapkan.
Datang ke lokasi ujian lebih awal agar tidak terburu-buru. Sikap tenang akan membantu peserta membaca soal dengan lebih teliti dan mengambil keputusan secara rasional.
Baca juga: Cara Mudah Memahami PPPK Mendapat BPJS Kelas Berapa
Mini FAQ
Apakah gaji PPPK sama dengan PNS pada golongan yang sama?
Sistem golongan PPPK dan PNS berbeda sehingga tidak dapat disamakan secara langsung. Gaji masing-masing ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja, sedangkan total penghasilan juga dipengaruhi oleh jabatan, tunjangan, dan instansi.
Apakah gaji PPPK lebih besar dari PNS?
Gaji pokok PPPK pada golongan tertentu dapat lebih tinggi. Namun, tidak semua PPPK otomatis mempunyai total penghasilan lebih besar daripada PNS karena komponen tunjangan, jabatan, dan masa kerja setiap pegawai berbeda.
Apakah PPPK mendapat tunjangan keluarga?
Ya. PPPK dapat menerima tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku pada instansi tempatnya bekerja.
Apakah PPPK mendapat THR dan gaji ke-13?
PPPK termasuk aparatur negara yang dapat menerima THR dan gaji ketiga belas sesuai peraturan yang diterbitkan pemerintah setiap tahun.
Bisakah fresh graduate mengikuti seleksi PPPK?
Kesempatannya bergantung pada kriteria pelamar dan persyaratan setiap formasi. Banyak jabatan PPPK mensyaratkan pengalaman kerja yang relevan sehingga pelamar harus membaca pengumuman resmi sebelum mendaftar.
Apakah latihan soal CAT penting untuk seleksi PPPK?
Ya. Latihan soal membantu peserta mengenali pola soal, mengatur waktu pengerjaan, dan mengevaluasi materi yang belum dikuasai.
Apakah wawancara PPPK selalu dilakukan secara tatap muka?
Tidak selalu. Dalam seleksi kompetensi PPPK berbasis CAT, wawancara dapat berbentuk soal situasional yang dikerjakan melalui komputer untuk menilai integritas dan moralitas peserta.
Bagaimana jika gagal pada seleksi PPPK?
Lakukan evaluasi terhadap kelengkapan dokumen, hasil latihan, penguasaan kompetensi teknis, dan strategi mengerjakan soal. Kesempatan mendaftar kembali bergantung pada pembukaan seleksi serta persyaratan periode berikutnya.
Ringkasan
Menjawab pertanyaan apakah gaji PPPK lebih besar dari PNS, gaji pokok PPPK pada kondisi tertentu memang dapat terlihat lebih tinggi. Namun, total penghasilan PPPK tidak selalu lebih besar karena dipengaruhi oleh golongan, masa kerja, jabatan, tunjangan, instansi, dan lokasi penempatan.
PPPK juga dapat memperoleh tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, THR, dan gaji ketiga belas sesuai peraturan yang berlaku. Perbedaan utama PPPK dan PNS tidak hanya terletak pada nominal gaji, tetapi juga status hubungan kerja, sistem golongan, pola pengembangan karier, dan pelaksanaan jaminan masa tua.
Selain memahami perbandingan penghasilan, peserta perlu menguasai tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga seleksi kompetensi berbasis CAT. Materi seleksi dapat mencakup kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan wawancara.
Terus perkuat persiapan dengan latihan soal, simulasi CAT, dan pembelajaran sesuai formasi yang dilamar. Dengan persiapan yang terarah dan konsisten, peserta dapat menghadapi seleksi PPPK dengan lebih percaya diri.
Sumber Referensi
- Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.
- Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 98 Tahun 2020.
- Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Peraturan Gaji PNS.
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
- Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 tentang THR dan Gaji Ketiga Belas Tahun 2026.
- Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai ASN.
- Badan Kepegawaian Negara mengenai materi seleksi kompetensi PPPK.
- Kementerian PANRB mengenai kebijakan dan persyaratan pengalaman kerja PPPK.




