Golongan PPPK – adalah salah satu hal paling krusial yang wajib dipahami siapa pun yang sedang bersiap mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahun 2026. Di tengah ketatnya persaingan dan perubahan regulasi ASN setelah terbitnya UU Nomor 20 Tahun 2023, pemahaman yang dangkal soal pangkat dan golongan bisa membuatmu salah strategi: salah memilih formasi, salah membaca potensi gaji, sampai bingung memetakan karier jangka panjang.
Banyak pelamar hanya fokus pada lulus seleksi, padahal sejak awal pendaftaran, kombinasi pendidikan, pengalaman, dan jenis jabatan sudah mengunci kamu pada rentang golongan tertentu yang akan memengaruhi gaji, tunjangan, serta peluang naik jenjang. Di saat formasi PPPK untuk guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh kembali mendominasi rekrutmen, isu golongan menjadi semakin relevan. Setiap jabatan fungsional memiliki koridor golongan yang berbeda, sehingga dua orang dengan ijazah sama bisa masuk golongan berbeda jika jabatannya tidak sama.
Perbedaan ini makin kompleks karena skema PPPK bukan hanya meniru 4 golongan PNS, tetapi berkembang sampai 17 tingkat dan terhubung dengan istilah Terampil, Ahli Pertama, Ahli Muda, sampai Ahli Madya. Tanpa pemahaman yang sistematis, kamu akan kesulitan membaca pengumuman formasi, memahami daftar gaji per golongan, atau memproyeksikan kariermu 5 sampai 10 tahun ke depan. Melalui panduan ini, kita akan membahas secara runtut: apa itu PPPK dan golongan, bagaimana pembagian golongan berdasarkan pendidikan, bagaimana kaitannya dengan jabatan fungsional populer seperti guru dan tenaga kesehatan, sampai bagaimana kamu bisa menghitung posisi dan prospek kariermu secara lebih taktis sebelum, saat, dan setelah seleksi.
Apa Itu PPPK dan Mengapa Golongan Penting Sekali?

Secara hukum, PPPK adalah warga negara Indonesia yang diangkat oleh instansi pemerintah berdasarkan perjanjian kerja untuk melaksanakan tugas pemerintahan atau menduduki jabatan tertentu. Definisi ini tercantum dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Pasal 1 Ayat 4. Artinya, kamu bukan pegawai kontrak biasa, melainkan bagian dari Aparatur Sipil Negara dengan hak dan kewajiban yang diatur undang undang.
Berbeda dengan PNS yang berstatus pegawai tetap sampai pensiun, PPPK terikat pada perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu. Meski demikian, dari sisi hak kepegawaian seperti gaji, tunjangan, jaminan sosial, dan pengembangan kompetensi, PPPK diposisikan relatif sejajar, hanya saja dengan corak manajemen yang lebih fleksibel dan berbasis kinerja.
Di sinilah golongan PPPK menjadi variabel strategis. Golongan adalah kelas atau tingkatan jabatan yang menjadi dasar:
- Menentukan besaran gaji pokok.
- Menghitung berbagai tunjangan, misalnya tunjangan keluarga, jabatan, dan kinerja.
- Menentukan titik awal posisi karier dan ruang kenaikan jenjang di masa depan.
- Mengatur kesesuaian antara pendidikan, kualifikasi, dan kompleksitas tugas jabatan.
Jika pada PNS kita mengenal 4 golongan besar (I sampai IV) yang masing masing punya beberapa ruang, pada PPPK struktur ini dibuat jauh lebih rinci. Berbagai sumber menjelaskan bahwa golongan PPPK bisa sampai 17 tingkat yang biasanya dinyatakan dengan angka I sampai XVII. Namun dalam praktik seleksi, penyebutan golongan sering dipadukan dengan istilah jabatan fungsionalnya, misalnya Terampil, Ahli Pertama, Ahli Muda, dan seterusnya.
Intinya, golongan PPPK bukan sekadar “angka” di SK pengangkatan. Begitu kamu resmi diangkat, angka itu akan menetapkan:
- Dari gaji berapa kamu mulai.
- Seberapa besar potensi kenaikan melalui masa kerja dan kinerja.
- Jenis pengembangan kompetensi apa yang relevan dan dibuka untukmu.
Memahami ini sejak tahap mendaftar akan membuatmu lebih realistis, lebih strategis memilih formasi, serta lebih siap menyusun rencana karier jangka panjang.
Peta Besar Golongan PPPK Berdasarkan Pendidikan
Salah satu faktor paling mendasar penentuan golongan PPPK adalah pendidikan formal terakhir. Di sinilah banyak calon pelamar keliru, karena mengira skemanya sama persis dengan PNS. Beberapa sumber resmi dan edukasi karier menunjukkan bahwa:
- Untuk PPPK, pendidikan menentukan titik awal golongan.
- Namun jenis jabatan dan pengalaman kerja dapat menggesermu dalam rentang golongan yang tersedia.
Berikut ringkasan pola umum hubungan pendidikan dan golongan, disarikan dari beberapa sumber terpercaya:
- Lulusan SD atau sederajat secara umum ditempatkan di golongan I.
- Lulusan SMP atau sederajat biasanya masuk golongan sekitar II sampai IV, tergantung jabatan dan lama pengalaman.
- Lulusan SMA/SMK atau setara dan Diploma I kerap berada di sekitar golongan V.
- Diploma II di golongan VI.
- Diploma III di golongan VII.
- Sarjana (S1) atau Diploma IV secara umum dipetakan ke golongan IX.
- Magister (S2) ke golongan X.
- Doktor (S3) ke golongan XI atau bahkan XII untuk jabatan tertentu yang menuntut kualifikasi ahli madya.
Namun, penting dipahami bahwa ada variasi penomoran antar regulasi dan sumber penjelas:
- Ada sumber yang fokus membagi PPPK dalam rumpun golongan III (untuk S1) dan IV (untuk S2) dengan mengadopsi istilah dari struktur PNS, lalu menerjemahkannya ke skema PPPK.
- Ada sumber lain yang menjelaskan golongan I untuk lulusan SD, golongan V untuk SMA/SMK, dan golongan sampai XII untuk lulusan S3 ahli madya.
- Dalam praktik khusus sektor seperti guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh, PermenPANRB mengunci delapan golongan tertentu yang digunakan dalam rekrutmen dan penggajian.
Dengan kata lain, apa yang harus kamu pegang adalah logika besarnya:
- Semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi titik awal golongan.
- Golongan bukan sekadar pendidikan, tetapi dikalibrasi lagi dengan jabatan yang kamu lamar serta pengalaman kerja yang bisa diakui.
Untuk pelamar baru seleksi 2026, artinya:
- Jika kamu S1 yang melamar jabatan fungsional Ahli Pertama, ekspektasikan dirimu akan berada di sekitar golongan IX sebagai titik awal.
- Jika kamu D3 tenaga kesehatan, besar kemungkinan berada di sekitar golongan VII, kecuali jabatan tertentu menuntut skema berbeda.
- Jika kamu guru dengan latar S1 pendidikan, kamu tidak perlu khawatir disamakan dengan golongan SMA. Regulasi menempatkanmu di level Ahli Pertama yang setara dengan sarjana, dengan golongan yang sesuai.
Hubungan Golongan PPPK dengan Jabatan Fungsional
Selain pendidikan, faktor penentu krusial lainnya adalah jabatan fungsional yang kamu pilih. Jabatan fungsional memiliki klasifikasi sendiri: Terampil, Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan dalam beberapa sektor bahkan Ahli Utama. Setiap klasifikasi ini diikat pada rentang golongan tertentu.
Untuk memahami pola, mari kita lihat beberapa contoh jabatan populer di seleksi PPPK.
1. Guru dan Dokter
Di banyak formasi PPPK, guru dan dokter ditempatkan dalam rumpun jabatan fungsional keahlian. Struktur umumnya sebagai berikut:
- Ahli Pertama, untuk lulusan sarjana atau profesi dasar, biasanya berada di golongan sekitar IX untuk S1 atau D4.
- Ahli Pertama dengan kualifikasi S2 bisa masuk golongan X.
- Ahli Muda, untuk mereka yang sudah pada level lebih tinggi baik dari sisi pendidikan maupun pengalaman, dapat berada di golongan XI, misalnya untuk S3 dengan pengalaman dan kinerja tertentu.
Artinya, bagi guru dan dokter:
- S1 pendidikan atau profesi dokter umum yang baru diangkat PPPK kemungkinan ditempatkan di level Ahli Pertama golongan IX.
- Jika kamu sudah memiliki S2 relevan, instansi dapat menempatkanmu di golongan lebih tinggi selama regulasi formasi dan kebutuhan jabatan mengizinkan.
- Kenaikan ke level Ahli Muda bukan sekadar soal ijazah tambahan, tetapi kombinasi kualifikasi, masa kerja, dan penilaian kinerja.
Hal ini penting dicermati pada saat membaca pengumuman formasi. Beberapa instansi secara eksplisit mencantumkan “Guru Ahli Pertama” atau “Dokter Ahli Muda”, yang otomatis menandakan perbedaan golongan dan gaji awal.
2. Perawat dan Tenaga Kesehatan Lain
Perawat adalah contoh jabatan yang memperlihatkan jelas perbedaan antara jalur Terampil dan Ahli. Skemanya secara umum:
- Jalur Terampil:
- Lulusan D2 dapat di tempatkan pada golongan VI.
- Lulusan D3 pada golongan VII.
- Jalur Ahli Pertama:
- Lulusan D4 atau S1 keperawatan berada di sekitar golongan IX.
- Jika memiliki S2 relevan, bisa masuk golongan X.
- Jalur Ahli Muda:
- S3 dengan kompetensi dan pengalaman memadai dapat diposisikan di golongan XI.
Bagi pelamar, implikasinya sangat praktis:
- Jika kamu D3 keperawatan dan melamar formasi “Perawat Terampil”, kamu jangan berharap gaji setara perawat Ahli Pertama S1. Golonganmu secara struktural berada di bawah.
- Jika kamu punya D4/S1, pastikan memilih formasi yang menyebut “Ahli Pertama” agar pendidikanmu terkonversi ke golongan yang tepat. Memilih formasi Terampil padahal kamu memenuhi syarat Ahli akan membuatmu terkunci di golongan lebih rendah dengan gaji yang juga lebih rendah.
3. Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Kesehatan
Pada jabatan penyuluh, pembagian golongan juga mengikuti jalur Terampil dan Ahli:
- Jalur Terampil untuk lulusan SMA sampai D3, biasanya sekitar golongan V sampai VII.
- Jalur Ahli Pertama untuk D4 atau S1, umumnya golongan IX.
- Dengan pendidikan S2 dan S3, kamu bisa naik hingga golongan X dan XI, terutama jika jabatan yang dilamar mempunyai rumpun keahlian yang menuntut tingkat ahli lebih tinggi.
Yang perlu dicatat:
- Banyak penyuluh non ASN atau honorer yang selama ini bekerja di instansi pemda atau kementerian teknis memiliki pengalaman panjang tetapi ijazah “hanya” SMA atau D3. Meski pengalaman diakui, pendidikan tetap membatasi plafon golongan tertentu.
- Untuk kamu yang sedang mempertimbangkan kuliah lanjutan, investasi S1 atau D4 bisa langsung menaikkan jalurmu dari Terampil ke Ahli Pertama, yang berdampak langsung pada golongan dan gaji.
4. Jabatan Lain: Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Sejenisnya
Beberapa jabatan non fungsional teknis seperti pemadam kebakaran atau polisi pamong praja juga memiliki peta golongan tersendiri. Di beberapa penjelasan, jabatan jabatan ini banyak yang berada di golongan sekitar V untuk kualifikasi SMA/SMK yang disesuaikan dengan standar kompetensi kerja.
Sekali lagi, formasi akan menuliskan kualifikasi pendidikan minimal dan jabatan yang dilamar, dari situlah kamu bisa memprediksi kisaran golongan yang akan kamu peroleh begitu diangkat.
Apa artinya bagi strategi seleksimu? Ada beberapa konsekuensi praktis:
- Saat membaca pengumuman formasi, jangan hanya lihat nama instansi dan lokasi. Cermati: jenis jabatan, jenjang jabatan (Terampil atau Ahli), serta kualifikasi pendidikan.
- Jika kamu punya pendidikan yang lebih tinggi dari syarat minimal, pertimbangkan apakah ada formasi lain yang lebih cocok agar pendidikanmu tidak “terbuang” di golongan lebih rendah.
- Jika kamu kandidat dengan pengalaman panjang sebagai honorer atau non ASN, cari informasi apakah pengalaman itu diperhitungkan untuk penempatan golongan yang sedikit lebih tinggi dalam kelas yang sama.
Dengan cara ini, kamu tidak sekadar “masuk PPPK”, tetapi masuk dengan daya tawar struktural terbaik sesuai profilmu.
Baca Juga : Tryout PPPK 2025 : Persiapan Efektif Hadapi Seleksi ASN dengan Simulasi Soal Terbaru
Syarat Menjadi PPPK dan Pengaruhnya ke Golongan

Agar lebih komprehensif, perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa langsung mendaftar PPPK. Ada beberapa syarat umum dan khusus yang berlaku secara nasional.
Syarat Umum Pengangkatan PPPK
Beberapa ketentuan utama yang perlu kamu cek sebelum berbicara lebih jauh soal golongan:
- Warga Negara Indonesia.
- Usia minimal 20 tahun dan maksimal 1 tahun sebelum batas usia pensiun jabatan yang dilamar. Ini berarti batas usia tidak seragam, tergantung jabatan.
- Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih.
- Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat sebagai PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, ataupun pegawai swasta.
- Bukan pengurus atau anggota partai politik, dan tidak terlibat politik praktis.
- Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan yang dipersyaratkan formasi.
- Sehat jasmani dan rohani sesuai tuntutan jabatan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau lokasi lain yang ditentukan instansi.
Dari sisi golongan, poin paling strategis adalah kualifikasi pendidikan dan batas usia. Mengapa?
- Pendidikan akan menentukan kamu diarahkan ke jalur Terampil atau Ahli, dan seterusnya menentukan golongan.
- Usia akan menentukan sejauh apa kamu masih memiliki ruang pengembangan karier dan kenaikan golongan di masa depan. Kandidat yang mendekati batas usia pensiun jabatan mungkin tidak akan mengalami banyak siklus kenaikan golongan dibandingkan yang masih muda.
Syarat Khusus: Eks THK II dan Non ASN
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memberikan peluang prioritas bagi:
- Eks Tenaga Honorer Kategori II yang terdaftar di BKN dan masih aktif bekerja di instansi pemerintah.
- Non ASN yang telah bekerja minimal dua tahun di instansi yang sama.
Bagi kelompok ini, ada mekanisme seleksi yang cenderung lebih “mengakui” pengalaman kerja. Implikasinya terhadap golongan:
- Pengalaman yang panjang dengan kinerja baik dapat menjadi dasar menempatkanmu pada titik yang relatif lebih optimal dalam golongan yang tersedia untuk jabatan tersebut.
- Meski demikian, pendidikan formal tetap menjadi pagar utama. Artinya, pengalaman 10 tahun dengan ijazah SMA tidak akan tiba tiba memindahkanmu ke jalur Ahli yang diperuntukkan S1, tetapi bisa membuatmu berada di posisi yang lebih menguntungkan di dalam kelas golongan untuk lulusan SMA.
Karena itu, jika kamu honorer atau non ASN yang akan ikut seleksi PPPK 2026:
- Pastikan seluruh dokumen pengalaman kerja tertata dengan baik dan bisa dibuktikan.
- Pahami bahwa pengalamanmu akan dinilai, tetapi harus berdampingan dengan kualifikasi pendidikan dan jabatan yang kamu lamar.
Golongan PPPK, Gaji, dan Tunjangan: Seberapa Besar Pengaruhnya?
Yang paling sering ditanyakan calon pelamar adalah: “Kalau saya masuk golongan sekian, gajinya berapa?” Meskipun rincian angka gaji pokok dan tunjangan PPPK terus diperbarui dan mengikuti regulasi keuangan negara terbaru, pola besarnya konsisten:
- Setiap golongan memiliki rentang gaji pokok tertentu yang meningkat berdasarkan masa kerja.
- Semakin tinggi golongan, semakin besar gaji pokok awal dan potensi kenaikan di masa kerja berikutnya.
- Tunjangan, terutama tunjangan jabatan fungsional dan tunjangan kinerja (jika instansi menerapkannya), sangat dipengaruhi klasifikasi jabatan dan golongan.
Beberapa poin yang perlu kamu pegang:
- Lulusan SD di golongan I jelas akan memperoleh gaji pokok yang lebih rendah dibanding lulusan S1 di golongan IX, meski keduanya sama sama PPPK.
- Perawat Terampil golongan VII dan Perawat Ahli Pertama golongan IX akan memiliki struktur gaji dan tunjangan berbeda walaupun sama sama bekerja di rumah sakit yang sama.
- Guru Ahli Pertama golongan IX akan menerima gaji lebih rendah dari Guru Ahli Muda golongan XI, meskipun beban kerja keduanya sama sama berat, karena perbedaan level keahlian dan tanggung jawab struktural.
Regulasi terakhir mengenai gaji PPPK biasanya disesuaikan dengan kemampuan APBN dan APBD, sehingga angka nominal bisa berubah dari tahun ke tahun. Namun, selama pola penggajian masih berbasis golongan dan masa kerja, maka:
- Memperjuangkan pendidikan lebih tinggi sebelum atau selama menjadi PPPK,
- Memilih jalur jabatan yang tepat dengan profilmu,
- Menjaga kinerja dan membuka peluang kenaikan jenjang ke Ahli Muda atau Ahli Madya,
akan menjadi strategi nyata untuk meningkatkan penghasilan jangka panjangmu.
Bagi pelamar seleksi 2026, langkah taktis yang bisa kamu lakukan:
- Cari tabel gaji PPPK terbaru resmi pemerintah untuk melihat range gaji per golongan dan masa kerja.
- Petakan dirimu: pendidikan apa, jabatan apa yang realistis, kemungkinan golongan berapa, lalu perkirakan gaji awal.
- Pertimbangkan juga faktor lokasi penempatan, karena beberapa daerah menambahkan tunjangan kinerja atau tunjangan khusus yang juga bisa signifikan.
Dengan bersikap analitis seperti ini, kamu tidak kaget setelah menerima SK, dan bisa merencanakan keuangan dengan lebih matang.
Menyusun Strategi Karier: Dari Golongan Awal sampai Jenjang Berikutnya
Banyak orang menganggap golongan adalah sesuatu yang pasif dan final. Padahal, bagi PPPK yang dikelola sebagai ASN berbasis kinerja, golongan sebetulnya adalah titik awal yang bisa kamu dorong ke level lebih tinggi.
Beberapa jalur yang realistis untuk mengembangkan karier dan golongan:
- Pengembangan Pendidikan Formal
Saat rekrutmen kamu masih lulusan D3 dan masuk jalur Terampil, tidak ada yang menghalangimu untuk menempuh S1 atau D4 di kemudian hari. Setelah memperoleh ijazah baru dan memenuhi persyaratan administrasi, kamu bisa mengajukan penyesuaian jabatan dan golongan jika regulasi dan kebutuhan instansi memungkinkan. - Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi
Terutama bagi guru dan tenaga kesehatan, sertifikasi tambahan sering menjadi syarat untuk promosi ke jenjang jabatan fungsional yang lebih tinggi. Kenaikan dari Ahli Pertama ke Ahli Muda misalnya, biasanya membutuhkan kombinasi angka kredit, masa kerja, bukti kinerja, dan kompetensi tambahan. - Kinerja dan Penilaian Berkala
Meski PPPK bukan pegawai tetap seumur hidup, evaluasi kinerja yang baik akan sangat menentukan kelanjutan kontrak, rekomendasi promosi, dan bahkan peluang perpindahan ke jabatan lain yang golongannya lebih tinggi. - Memahami Pola Angka Kredit Jabatan Fungsional
Bagi guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh, kenaikan jenjang jabatan dan golongan terkait erat dengan perolehan angka kredit dari berbagai aktivitas profesional. Mengerti mekanismenya sejak awal akan mempercepat kamu naik level, bukan hanya menunggu waktu.
Dengan kata lain, golongan PPPK bukan garis finish, tetapi garis start. Yang menentukan seberapa jauh kamu akan melesat bukan hanya angka di SK pengangkatan, melainkan konsistensi meningkatkan pendidikan, kompetensi, dan kinerja secara terukur.
Agar tulisan ini tidak hanya teoritis, berikut alur berpikir sederhana yang bisa kamu pakai saat membaca pengumuman seleksi PPPK 2026:
- Identifikasi Pendidikan Terakhir
- SD sampai SMA/SMK: kemungkinan besar berada di jalur Terampil dengan golongan I sampai V.
- D2 sampai D3: Terampil, sekitar golongan VI dan VII.
- D4 atau S1: jalur Ahli Pertama, sekitar golongan IX.
- S2: Ahli Pertama level lebih tinggi, sekitar golongan X, atau pintu ke Ahli Muda jika ada persyaratan lain terpenuhi.
- S3: berpeluang ke Ahli Muda atau lebih tinggi, sekitar golongan XI atau XII, tergantung jabatan.
- Cocokkan dengan Nama Jabatan di Formasi
- Jika tertulis “Terampil”, kamu tahu golonganmu akan di rentang golongan menengah bawah.
- Jika tertulis “Ahli Pertama”, posisimu ada di kelas sarjana dasar, sekitar golongan IX sampai X.
- Jika tertulis “Ahli Muda”, kamu akan masuk golongan yang lebih tinggi lagi, misalnya XI.
- Baca Syarat Khusus dan Pengalaman Kerja
- Jika formasi mempersyaratkan pengalaman minimal beberapa tahun, biasanya jabatan tersebut berada di kelas golongan yang lebih tinggi atau level ahli yang lebih kompleks.
- Pengalamanmu yang relevan meningkatkan peluang ditempatkan di level yang optimal dalam koridor golongan tersebut.
- Lihat Dokumen Tabel Gaji PPPK Resmi
- Cari baris golongan yang kamu perkirakan, lihat gaji pokok awal dan potensi kenaikan.
- Gunakan itu untuk menyusun proyeksi keuangan: apakah sesuai dengan rencana hidupmu, terutama jika kamu harus pindah daerah.
Dengan metoda ini, sebelum mengklik “daftar”, kamu sudah memiliki gambaran cukup jelas: “Saya dengan profil X, masuk PPPK dengan golongan Y, gaji awal kira kira Z, dan dalam 5 sampai 10 tahun ke depan bisa naik sampai level tertentu jika saya lakukan A, B, C.”
Pada akhirnya, memahami golongan PPPK bukan sekadar supaya kamu bisa menjawab pertanyaan saat ngobrol dengan sesama pelamar. Golongan adalah bahasa teknis yang akan digunakan sepanjang perjalanan kariermu di pemerintahan: tertulis di SK, tercantum di slip gaji, muncul di pelatihan, sampai memengaruhi keputusan penempatan dan promosi.
Kalau kamu membaca artikel ini sampai akhir, berarti kamu tidak hanya ingin “lolos tes”, tetapi ingin mengelola karier ASN dengan serius dan terukur. Terus ikuti perkembangan regulasi, cek kembali tabel gaji dan peraturan jabatan fungsional yang terbaru, dan jangan ragu meningkatkan pendidikan serta kompetensi jika ingin naik golongan.
Seleksi PPPK 2026 adalah pintu masuk, bukan garis akhir. Begitu kamu memahami di mana titik start golonganmu, kamu bisa menyusun rute perjalanan yang jauh lebih strategis. Tetap disiplin belajar materi seleksi, pelajari formasi secara teliti, dan gunakan pemahaman tentang golongan ini untuk memilih posisi yang paling realistis sekaligus paling menguntungkan untuk masa depanmu. Karier ASN yang profesional dan sejahtera bukan soal keberuntungan semata, tetapi tentang keputusan yang presisi sejak hari pertama kamu memutuskan mendaftar.
Sumber Referensi :
- DEALLS.COM – Gaji PPPK: Golongan, Tunjangan, dan Prospek Karier
- GLINTS.COM – Golongan PPPK: Pengertian, Jenis, dan Besaran Gaji
- BIMBELCPNS.AC.ID – Pangkat dan Golongan PPPK Lengkap dengan Contoh
- RELIC.ID – Banyak yang Belum Tahu, Ini Pangkat Golongan PPPK Lengkap Sesuai Jabatan
- IUWASHTANGGUH.OR.ID – PPPK Adalah: Pengertian Lengkap, Gaji per Golongan, Tunjangan, Syarat, dan Cara Daftar